SAINS

WWF-Indonesia melakukan pendekatan integratif pada sains, menggabungkan berbagai disiplin ilmu, menggunakan analisis dan pemodelan tingkat lanjut, bekerja pada data-data ilmiah, guna menemukan solusi untuk mengintegrasikan kajian lingkungan dalam setiap aktivitas pembangunan dan mengukur dampak dari upaya konservasi yang telah dilakukan WWF-Indonesia terhadap alam Indonesia.

Alam Indonesia, mulai dari daratan hingga laut beserta keanekaragaman hayati di dalamnya masih menjadi sasaran eksploitasi. Bahkan, sekarang alam kita tengah  berada dalam tingkat degradasi yang mengkhawatirkan. 

Laju kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini berusaha ditekan melalui upaya-upaya konservasi yang berakar pada sains. Kami percaya bahwa konservasi yang berbasis pada sains adalah inti untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan manusia melalui pengelolaan lingkungan.

Untuk melakukan kajian ilmiah, WWF mengandalkan tim Conservation Science Unit (CSU) untuk memberikan pengetahuan berkualitas tinggi berdasarkan studi lanjutan yang berlaku dan memiliki implikasi terhadap kebijakan konservasi dan implementasi program yang dilakukan WWF-Indonesia.

Tim CSU memiliki tiga kerangka kerja program yang saling terkait:

  1. Manajemen berbasis hasil dan manajemen pengetahuan
  2. Perencanaan terpadu
  3. Riset konservasi

Dalam menjalankan tugasnya, tim CSU senantiasa bermitra dengan komunitas sains, termasuk para ahli dari universitas, pejabat pemerintah, LSM atau masyarakat secara umum tertarik pada sains.

BERITA & CERITA TERKAIT

Rumput Laut Pulau Kangge

Sebagian besar masyarakat Pulau Kangge yang terletak di Kecamatan Pantar Barat Laut, bermata pencaharian sebagai pembudidaya rumput laut.

Desa Seribu Pancing

Desa Pasir Putih di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kerap dijuluki sebagai Desa Seribu Pancing.

Reef Check EcoDiver

Hariadi dengan cekatan mencatat jenis-jenis dan kondisi terumbu karang yang ia temui saat menyelam di perairan Karang Tebabinga Derawan, Kalimantan Timur.

The Wings of The Baranusa Angel (Sayap Bidadari Baranusa)

Pulau Lapang di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur kerap disebut sebagai “The Wings of the Baranusa Angel” atau Sayap Bidadari Baranusa. Hal

Kawanan Barakuda

Momen “Barakuda Schooling” ini diabadikan oleh Muhammad Zikri Ulhaq pada Maret 2022

Sang Raja Penghuni Hutan Papua

Hutan Papua adalah rumah yang megah bagi keanekaragaman hayati, salah satunya adalah bagi burung Cenderawasih Raja (Cicinnurus regius).

#KPOPCalling

Kawasan Hulu Ciliwung merupakan salah satu ekosistem penyangga kehidupan dimana banyak makhluk hidup, termasuk manusia bergantung padanya. Ayo ikut bersama kami dalam #KPOPCalling dan ambil bagian dalam upaya melestarikan salah satu ekosistem kunci ini!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email