TUMBUHAN DAN SATWA LIAR

Kekayaan hayati yang tinggi adalah berkah sekaligus tanggung jawab yang besar bagi sebuah negara. Bersama manfaat yang diperoleh darinya, kita juga mendapatkan kebanggaan dan perhatian dunia yang datang untuk mengagumi dan menghargai. Agar aset tersebut bisa memberi manfaat maksimal bagi seluruh umat manusia, kita perlu memastikan keberlangsungan dan kelestariannya.

Satwa liar yang beragam dan unik di Indonesia menghuni bentang alam dan laut dari Sabang hingga Merauke. WWF-Indonesia telah mengidentifikasi 17 kelompok spesies terestrial dan 4 kelompok spesies laut sebagai prioritas utama, yaitu spesies-spesies yang saat ini terancam populasinya di alam akibat pemanfaatan yang tidak berkelanjutan, degradasi, fragmentasi, dan hilangnya habitat serta kejadian konflik antara satwa dan manusia. Spesies yang hidup di ekosistem laut dan pesisir juga terancam menjadi tangkapan sampingan (by-catch) pada sektor perikanan serta ancaman pencemaran di laut.

Dalam banyak kasus, pemulihan kondisi keanekaragaman hayati memungkinkan untuk dicapai, namun membutuhkan program jangka panjang yang intensif dan sumber daya khusus. Perkembangan manusia akan menjadi tantangan baru yang dihadapi dalam perjalanan konservasi, namun peningkatan kesadartahuan masyarakat global dan komitmen pemerintah dan kemajuan teknologi bisa menjadi solusi bagi penyelamatan alam dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

WWF memberikan dukungan teknis kepada Pemerintah Indonesia berupa pemantauan, peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi konflik dengan satwa, dan melakukan edukasi publik, untuk menurunkan permintaan (demand), sehingga akan mengurangi perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar dilindungi. Pengelolaan kawasan konservasi yang efektif dan praktik pengelolaan terbaik bagi sektor swasta untuk memastikan habitat satwa liar di luar kawasan lindung tetap terjaga, adalah salah satu strategi yang diusung WWF.

WWF melakukan kampanye strategis dan inovatif kepada publik, mengadvokasi kebijakan, memobilisasi sumber daya dan bekerja bersama para mitra badan riset, dokter hewan, praktisi dan para ahli untuk membangun solusi dan inovasi untuk pemulihan keanekaragaman hayati.

Target kami adalah menurunkan angka perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar dilindungi baik spesies terestrial maupun laut hingga 50 persen dari angka tahun 2018. Untuk itu, WWF membangun sinergi penegak hukum, pemimpin adat, perusahaan retail daring, sosial media, dan masyarakat untuk memastikan penegakan hukum yang efektif dalam menindak kejahatan terhadap satwa dan perdagangannya. Di tingkat global, WWF juga melakukan kampanye dan pelibatan publik untuk menurunkan angka permintaan konsumsi dan memutus rantai perdagangan ilegal satwa liar dilindungi.

Salah satu problematika penting dalam konservasi keanekaragaman hayati adalah memastikan spesies prioritas WWF dapat berkembang dengan mengamankan dan menjaga kualitas habitat kritis satwa dan koridor satwa. Untuk mewujudkan hal ini, WWF mendorong peningkatan pengelolaan habitat satwa liar di kawasan lindung dan memastikan perlindungan berkelanjutan terhadap habitat satwa liar yang berada di dalam kawasan lindung. WWF juga mendukung implementasi kebijakan konservasi dan skema restorasi bersama masyarakat setempat dan masyarakat adat guna memastikan konektivitas secara struktural dan fungsional antarhabitat tetap terjaga.

Tak dapat dipungkiri, adanya alih fungsi habitat banyak menimbulkan konflik antara manusia dan satwa, yang mana sering terjadi pada dua spesies terestrial, yakni harimau dan gajah. Untuk mengatasi permasalahan ini, WWF menempuh beberapa cara, antara lain: Mengembangkan sistem deteksi dini yang inovatif untuk mencegah memburuknya konflik manusia dan satwa di habitat kunci; Mendukung dan mengimplementasikan tim respons yang efektif guna mencegah dan melakukan mitigasi konflik; Mendorong keselarasan dengan alam melalui penyadartahuan, edukasi, dan skema insentif untuk masyarakat.

WWF juga mengembangkan pendekatan ilmiah dan inovatif untuk mendukung pemulihan dan kelangsungan hidup satwa liar. Program yang dilakukan dalam hal ini adalah mengembangkan dan mendukung program pemulihan populasi Badak Sumatera di Sumatera dan Kalimantan, mendorong teknik-teknik inovatif dan sistem yang terintegrasi untuk menyelamatkan satwa-satwa terlantar dan mempercepat proses pemulihannya, serta meningkatkan kualitas dan perluasan habitat untuk pemulihan Badak Jawa.

BERITA & CERITA TERKAIT

Asap Tak Menghalang Niat Belajar Para Pengajar

Asap tebal yang membuat sesak akibat karhutla yang terjadi di Riau tidak menyurutkan niat kepala sekolah dan guru untuk mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Hijau, Penulisan dan Dokumentasi.

TK SPM Belajar Daur Ulang Plastik Bersama Panda Mobile

Siswa TK SPM takjub ketika melihat barang tak terpakai ternyata dapat diubah menjadi benda yang memiliki kegunaan.

Panda Mobile Ajak Kelompok Bermain Avicenna Mengenal Satwa

Rangkaian kegiatan di Sekolah Avicenna terbagi dalam tiga pos, yaitu permainan, mewarnai, dan menonton film.

Hari Badak Sedunia 2019: Selamatkan Badak Sumatera dari Kepunahan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana (KLHK) pada Jumat, 20 September 2019 bertempat di Studio 7 TVRI Jakarta, menyelenggarkaan diskusi publik untuk membahas aksi bersama penyelamatan badak di Indonesia.

PT MRT Jakarta dan WWF-Indonesia Jalin Kemitraan Ajak Masyarakat Berg

Perubahan iklim global menjadi persoalan lingkungan terbesar di dunia saat ini dimana sektor energi merupakan kontributor emisi terbesar.

DNA Badak Jawa: Menelisik Kekerabatan, Penentu Masa Depan

Keberhasilan suatu program konservasi terkadang tidak hanya dilihat dari jumlah individu saja namun kualitas individu pun menjadi penting.

#SOSHUTAN

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan di Indonesia sejak awal bulan Agustus 2019. Hal ini membuat banyak wilayah di Indonesia dilanda kabut asap. Mari bersama kita selamatkan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan dan juga asap!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email