Kembali

© Administrator

Administrator



BEEP - Operasional Kapal Rekreasi yang Bertanggung Jawab

Posted on 22 November 2016
Author by

Best Environmental Equitable Practices (BEEP) atau Seri Panduan Praktis Operasional Kapal Rekreasi yang Bertanggung Jawab disusun oleh tim Program Pariwisata Bahari yang Bertanggung Jawab (Responsible Marine Tourism Program) WWF-Indonesia, didukung Jaringan Kapal Rekreasi Indonesia (JANGKAR) dan akademisi.

Mengapa diperlukan panduan untuk operasional kapal rekreasi yang bertanggung jawab? Berwisata dengan kapal rekreasi atau liveaboardseringkali menyasar untuk bepergian ke daerah-daerah yang masih terpencil, terproteksi, jauh dari pantauan pemerintah, minim fasilitas dan infrastruktur. Secara ekologis, lokasi yang dituju biasanya penting bagi satwa maupun ekosistem tertentu.

Tata kelola wisata kapal rekreasi yang baik tak hanya penting untuk memastikan keselamatan kegiatan wisata itu sendiri, tetapi juga untuk menjaga kelestarian dan keasrian daerah tujuan. Berwisata dengan kapal rekreasi berarti memindahkan segala jenis kegiatan wisata yang biasa dilakukan di darat menjadi di atas air.

Berbagai masalah sering timbul dan dalam pengoperasian kapal rekreasi ini, dan membawa dampak pada ekosistem sekitar. Menurut data Sustainable Travel Internasional tahun 2010, dalam konteks transportasi laut untuk tujuan rekreasi, sejumlah penelitian menunjukkan dampak lingkungan.

Misalnya, polusi akibat sisa minyak mesin; sampah yang diproduksi oleh kru atau penumpang kapal; limbah air yang bersumber dari penggunaan di kapal dan mengandung detergen; polusi udara akibat suara mesin; penggunaan cat (antifouling paints) yang mengandung senyawa organotin (Ots), khususnya senyawa tributyltin (TBT) yang digunakan untuk melindungi kapal dari teritip; pola konsumsi berbasis seafood; serta aktivitas penumpang di atas kapal seperti menyelam, snorkeling, atau memancing.

Oleh karena itu, kunci untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem laut adalah dengan meningkatkan kesadaran pengelolaan kapal rekreasi untuk beroperasi dengan standar terbaik. Melalui panduan ini, pengelola kapal rekreasi maupun tamu kapal rekreasi bisa mendapatkan penjelasan mengani berbagai praktik terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif kegitan wisata terhadap ekosistem laut dan sekitarnya.

Unduh BEEP - Operasional Kapal Rekreasi yang Bertanggung Jawab di sini


Cerita Terkini

Pernyataan Yayasan WWF Indonesia Perihal Pengakhiran Kerja Sama oleh K

Pernyataan Yayasan WWF IndonesiaPengakhiran Kerja Sama oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan KehutananKementerian ...

Nelayan Seraya Marannu, Penangkap Ikan Karang Ramah Lingkungan dari Ma

Oleh: Muhammad G. Salim (Fisheries Program Assistant, WWF-Indonesia)Desa Seraya Marannu di Pulau Seraya Besar, Ke...

Tender Penilaian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) Pengelolaan

Bambu merupakan salah satu HHBK unggulan di Indonesia. Diperkirakan Indonesia memiliki 161 jenis bambu, dimana jum...

Get the latest conservation news with email