Kembali

© Administrator

Administrator



Coral 3.0: Milenial dan Tren Produk Ekolabel

Posted on 09 September 2019
Author by Novi Ardita dan Ashma Hanifah

Mempertahankan sumber daya laut menjadi suatu keharusan yang dilakukan oleh Indonesia sebagai negara maritim. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menerapkan prinsip ekolabel pada kegiatan pemanfaatan sumber daya laut. Namun, prinsip ini belum banyak diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga perlu adanya edukasi pemahaman awal mengenai ekolabel. Pengetahuan ekolabel ini seyogyanya menjadi prinsip yang diketahui oleh banyak pihak terutama oleh generasi muda yang termasuk dalam komunitas-komunitas pemerhati lingkungan.

Marine Buddies Jakarta menginisiasi kegiatan berupa talkshow dan sharing dalam rangkaian kegiatan CORAL 3.0. Serangkaian kegiatan talkshow, sharing, dan diskusi pada kegiatan CORAL 3.0 diharapkan dapat membuka wawasan generasi milenial. Generasi milenial yang aktif dalam interaksi sosial di masyarakat diharapkan dapat meningkatkan penyebaran informasi dan penyadartahuan tentang isu-isu lingkungan, sehingga berpotensi besar mewujudkan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang peserta dari 28 organisasi dan komunitas yang concern terhadap lingkungan terutama pesisir dan laut yang d iantaranya adalah Divers Clean Action, Kemangteer Jakarta, Greenpeace Indonesia, Seasoldier, FoPMI, WCS Indonesia Programme, Backpacker Jakarta dan organisasi lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Nasional yang berada di Pasar minggu Jakarta Selatan pada Sabtu tanggal 13 Juli 2019.

Kegiatan talkshow ekolabel disampaikan oleh Febrina Berlianti selaku Seafood Market Innovation Coordinator WWF-Indonesia. Materi talkshow meliputi macam-macam sertifikasi ekolabel seperti MSC (Marine Stewardship Council)  dan ASC (Aquaculture Stewardship Council), contoh produk ekolabel, serta ciri-ciri produk ekolabel. Selain itu, juga dikenalkan standar dan kriteria spesies layak tangkap yang harus diperhatikan oleh konsumen maupun produsen produk budidaya maupun perikanan tangkap. Salah satu contohnya adalah ukuran ikan tuna yang boleh ditangkap dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan ikan masyarakat.

“Hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung traceability (rekam jejak produk) adalah dengan cara menanyakan informasi asal-usul ikan dan alat tangkapnya kepada penjual atau produsen,” ungkapnya. Melalui pesan tersebut, harapannya kita dapat mendorong produsen untuk melakukan peningkatan terhadap praktik perikanan.

Selanjutnya, sesi sharing dan diskusi komunitas kelautan dimoderatori oleh Koordinator Marine Buddies Jakarta, Firli Rahman. Materi diskusi merujuk pada satu tujuan besar yaitu peningkatan kesadaran gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan kita membiasakan beli yang awet, beli yang lokal, beli yang ekolabel, beli yang perlu, beli yang alami dan harus mulai memikirkan mau dibawa kemana sampah yang kita punya sebagaimana kampanye yang digaungkan oleh WWF-Indonesia melalui Kampanye #BeliYangBaik.

“Kami yakini bahwa langkah ini harus dimulai oleh generasi milenial, karena kita #MillennialPunyaDampak!” begitu yang disampaikan oleh Firli Rahman sekaligus menjadi jargon kegiatan CORAL 3.0.


Cerita Terkini

Sekolah Cita Persada Mengenal Profesi di Bidang Konservasi Bersama Pan

Kamis (23/01) lalu, Sekolah Cita Persada Depok kedatangan Panda Mobile WWF-Indonesia. Pihak sekolah mengundang tim...

Cara Seru Mengenal Trenggiling bersama Panda Mobile dan Siswa Al-Jabr

Oleh: Suci Dwi Pangestu (Volunteer Panda Mobile)Senin (08/04), tim Panda Mobile berkunjung ke Al-Jabr Islamic Sc...

Nasib Lumba-Lumba yang Terjerat Jaring Nelayan di Sorong Selatan

“Saat saya menangkap ikan pakai jaring di dekat Pelabuhan Baru, terlihat lumba-lumba sudah terlilit, lalu saya m...

Get the latest conservation news with email