Kembali

© Administrator

Administrator



FGD Seafood Savers dalam Kacamata Komunitas Marine Buddies

Posted by Nur Arinta on 09 September 2019
Author by M. Chusnan M dan Putri Darmayanti

Marine Buddies Surabaya yang merupakan salah satu komunitas dampingan WWF-Indonesia dengan memiliki visi dan misi menyelamatkan lingkungan pesisir dan laut melalui kampanye terhadap publik sangat mendukung adanya program Seafood Savers dari WWF-Indonesia.

Pada hari Senin, tepatnya tanggal 10 Desember 2018 Marine Buddies ikut terlibat dalam kegiatan yang diadakan Seafood Savers WWF-Indonesia yang berupa sosialisasi. Acara yang dilaksanakan di Hotel Mercure Surabaya ini mengusung tema "Responsible Seafood For a Healthy Living" dengan mengundang Indonesian Chef Association Jawa Timur, yang dihadiri sekitar 58 chef yang tergabung didalamnya.

Sejak tahun 2009, Seafood Savers yang merupakan program WWF-Indonesia mendorong produsen perikanan, ritel dan instansi yang bergerak di bidang perikanan menuju praktik perikanan yang berkelanjutan.

Salah satu program utama dari Seafood Savers yaitu menjembatani produsen perikanan, ritel menuju produk perikanan yang memiliki sertifikat ekolabel. Dalam arti lain perusahaan perikanan tersebut sudah memenuhi syarat dalam praktik perikanan yang bertanggung jawab. Adapun sertifikasi eco-label yang didorong oleh Seafood Savers yaitu MSC (Marine Stewardship Council) dan ASC (Aquaculture Stewardship Council).

MSC merupakan ekolabel yang diberikan kepada perusahaan perikanan tangkap dengan praktek yang berkelanjutan, sedangkan ASC merupakan sertifikasi ekolabel yang ditujukan ke perusahaan budidaya perikanan yang melakukan praktek budidaya yang berkelanjutan.

Dengan visi misi untuk mendukung perikanan Indonesia menuju berkelanjutan, Marine Buddies sebagai komunitas pegiat kesehatan pesisir dan laut perikanan berkelanjutan program tentunya sangat mendukung program ini. Selain hasil perikanan ditangkap dan diolah dengan cara yang baik dan bertanggung jawab, program ini secara tidak langsung juga akan menjaga ekosistem pesisir dan laut melalui kegiatan-kegiatan edukasi yang diberikan kepada masyarakat.

Banyak hal-hal yang disampaikan pada agenda sosialisasi tersebut terutama mengenai data Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau sering disingkat dengan WPP NRI. Dalam WPP NRI, terdapat status ketersediaan tangkapan laut ditandai dengan 3 warna, yaitu  hijau yang berarti bisa ditangkap, kuning yang berarti jika ditangkap akan kurang, dan warna merah yang dilarang untuk ditangkap. Dalam kegiatan ini, Seafood Savers mengajak para chef untuk mengetahui lebih luas lagi mengenai aturan-aturan dalam proses pemilihan ikan, purchasing hingga pengolahan bahan boga bahari yang baik dan ramah lingkungan.

Kegiatan yang berjalan sangat menarik ini dikemas dalam waktu yang singkat namun dirasa efisien, selama 2,5 jam. Acara ditutup dengan FGD (Focus Grup Discussion) yang mengharuskan antar-chef  yang tergabung dalam kelompok-kelompok yang berbeda untuk berdiskusi tentang pertanyaan yang sudah disiapkan oleh tim Seafood Savers dalam forum diskusi. Selain teknis acara nya yang menarik, tujuan dari acara ini pun tidak kalah menariknya, salah satunya adalah menambah wawasan para chef  yang hadir mengenai pentingnya peran chef  dalam mewujudkan kegiatan perikanan yang bertanggung jawab, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sebagai komunitas yang bergerak dalam kegiatan kampanye dan aksi nyata untuk kelestarian eksositem pesisir dan laut Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan FGD ini, selain menambah wawasan terkait kondisi Perikanan Indonesia, kegiatan seperti ini juga mampu memberikan stimulus kepada anggota komunitas Marine Buddies Surabaya untuk lebih aktif dalam aksi-aksi komunitas selanjutnya.

Yuk, bersama-sama menjadi konsumen yang bijak dalam memiliki dan mengonsumsi produk perikanan. Salam Lestari!


Cerita Terkini

Optimalkan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Papua Barat Melalui RZWP

Oleh: Siti Yasmina Enita / Communication Officer SEA Project Manokwari, Papua Barat – Pada tanggal 13-14 No...

APRIL&APP Memasok Kayu dari Sumber Kontroversial

Grup APRIL dan APP Tetap Memasok Kayu dari Sumber Kontroversial yang Dimiliki Grup Djarum pada 2018Jakarta, 9 Okto...

Ular Sanca Hijau

Ular Sanca Hijau (Morelia viridis) merupakan jenis sanca pohon yang hanya dapat ditemukan dalam hutan  huja...

Get the latest conservation news with email