Kembali

© Administrator

Administrator



Guru dan Murid Dataran Tinggi Krayan Belajar Kewirausahaan Hijau

Posted by Anastasia Joanita on 15 August 2019
Author by WWF-Indonesia/Olla Dorothea

Bulan Agustus adalah bulan yang sangat special bagi masyarakat Krayan secara keseluruhan. Bagi masyarakat Krayan hari kemerdekaan Indonesia adalah salah satu moment untuk mempersatukan semua masyarakat dari seluruh desa. Kebiasaan masyarakat di Krayan pada bulan Agustus akan melaksanakan berbagai macam perlombaan mulai dari bulutangkis, volley, dan sepak bola, biasanya kegiatan ini akan berlangsung selama 1 bulan dimulai dari awal Agustus sampai akhir bulan. Dan pada bulan ini juga akan banyak bermunculan warung – warung non permanent yang menjual berbagai macam makanan dan barang.

Melihat antusias masyarakat untuk membuka usaha pada saat perayaan  kemerdekaan Indonesia, WWF – Indonesia berinisiatif untuk melaksanakan pelatihan kewirausahaan hijau. Tujuan pelatihan kewirausahaan hijau ini adalah untuk melatih pengembangan inisiatif usaha kecil yang ekonomis, menguntungkan, bertanggung jawab secara sosial dan ramah lingkungan. Pelatihan ini memfokuskan untuk guru dan murid dari system pendidikan formal maupun non formal, karena dalam penyusunannya menggunakan metodelogi pengembangan usaha kecil dalam komunitas lokal.

Pelatihan yang dilakukan dibagi menjadi 2 bagian yaitu kepada guru – guru yang dilaksanakan selama 2 hari dan kepada murid yang hanya dilaksanakan 1 hari. Pada tingkat guru materi yang disampaikan sampai kepada perhitungan untung dan rugi tetapi untuk murid hanya sampai pada bagian mempromosikan produk yang ingin mereka jual.

Para guru dan murid sangat antusias mengikuti pelatihan ini, mereka mulai memikirkan usaha – usaha apa yang dapat mereka lakukan dengan bahan – bahan local yang ada di wilayah mereka. Dengan lembar kerja yang dibagian mereka mulai mengisi dengan ide – ide usaha yang ingin mereka lakukan. Setelah mengeluarkan ide – ide untuk usaha mereka mulai untuk memikirkan bagaimana cara mereka mempromosikan usaha yang akan mereka lakukan. Dan juga mulai menghitung keuntungan serta kerugian yang akan mereka dapatkan.

Salah satu yang unik adalah ide usaha yang digagas oleh salah satu kelompok murid SD, dalam perencanaan mereka ingin menjual sayur daun labu. Daun labu adalah salah satu sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat Krayan, daun labu yang diambil adalah dari labu kuning yang biasanya diambil untuk dijadikan sayuran juga. Anak – anak melihat peluang ini karena di sekolah mereka terdapat tanaman labu dan mereka dapat mengambil daunnya untuk dijual kepada masyarakat sekitar. Karena menurut mereka, sangat mudah untuk didapatkan dan juga akan sangat diminati jika mereka menjual sayur tersebut, sehingga menurut mereka penjualan daun labu ini sangat menguntungkan.

Kegiatan yang dilaksanakan diikuti oleh 7 sekolah di wilayah kecamatan Krayan Timur yaitu SDN 003 dan SMPN 003 di Long Umung yang merupakan sekolah dampingan WWF – Indonesia, SDN 015 Wa’ Yagung, SDN 004 Kampung Baru, SDN 016 Pa’ Betung, SDN 021 Pa’ Raye, SDN 019 Pa’ Kebuan. Setelah mendapatkan pelatihan para guru dan murid berencana akan menerapkan dalam kegiatan perayaan hari kemerdekaan Indonesia karena beberapa guru juga membuka warung di acara tersebut. Sehingga mereka tidak hanya sekedar membuka usaha tetapi juga memperhatikan aspek – aspek ramah lingkungan.


Cerita Terkini

Pemuda: Penggerak Aksi Konservasi, Agen Perubahan Kebijakan Berkelanju

Di masa depan, program kepemudaan diharapkan bisa menghasilkan generasi yang memiliki sikap dan keterampilan. Pemu...

Tarik Pedati: Diskusi Pangan Lokal dan Peningkatan Konsumsi Olahan Ped

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia yang wilayahnya dikelilingi oleh lautan. Dengan ke...

Penilaian Management Effectiveness Tracking Tool (METT) TNBKDS

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki keunggulan potensi berupa 2 kawasan taman nasional dengan karakter berbeda, namun s...

Get the latest conservation news with email