Kembali

© WWF-Indonesia

Aksi peserta Jelajah Hutan Indonesia saat mengikuti virtual tour bersama Panda Mobile.



Jelajah Hutan Indonesia di Hari Anak Nasional

Posted on 08 September 2020
Author by Resti Octaviani, Annisa Aysahra dan Sabrina Elsa

“Nah adik-adik, sekarang saatnya kita menjelajah hutan Indonesia. Nanti ada Kak Elsa yang akan menemani adik-adik. Yuk, coba cek terlebih dahulu perlengkapan masing-masing yang akan dipakai untuk menjelajah,” ujar Kak Resti Octaviani dari tim Panda Mobile WWF-Indonesia kepada peserta Panda Mobile Virtual Class pada Jumat (24/07). 

Para peserta yang berusia sekitar 4 hingga 13 tahun pun sibuk menyiapkan perlengkapannya. Ada yang membawa teropong, kamera pocket, ransel, dan sebagainya. Atribut yang mereka pakai lengkap dengan topi rimba di kepala. Tiga puluh empat orang anak yang tergabung dalam Panda Mobile Virtual Class bertema Jelajah Hutan Indonesia bersama WWF ini merupakan peserta dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diinisiasi oleh Rumah Dongeng Pelangi (RDP).

“Jelajah Hutan Indonesia bersama WWF ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Anak Nasional yang Rumah Dongeng Pelangi selenggarakan. Jadi memang itu kita bikin dalam menjelajah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nah, ketika tahu bahwa Panda Mobile punya konsep acara virtual untuk eksplor lalu pengamatan dan lain-lain, kami tertarik menjadikannya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kami. Lalu kami lakukan Jelajah Hutan Indonesia bersama WWF,” papar Kak Emmanuella Mila, inisiator Rumah Dongeng Pelangi. 

Peserta yang mengikuti Panda Mobile Virtual Class kali ini datang dari berbagai kota. Ada yang dari Jogja, ada yang dari Bandung, ada juga yang dari Kalimantan, Medan, Semarang, Surabaya, dan kota lainnya. Kelas virtual ini memang dapat diikuti oleh anak-anak di seluruh Indonesia. Kini, jarak tak lagi menjadi penghalang bagi Panda Mobile untuk menjangkau anak-anak di setiap daerah. 

Selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh memang menjadi pilihan utama, hal ini dilakukan guna membatasi penyebaran virus yang masif. Melalui Panda Mobile Virtual Class, tim WWF-Indonesia mengajak teman-teman dari Rumah Dongeng Pelangi (RDP) untuk mengenal lebih jauh mengenai keanekaragaman hayati dan enam spesies payung sebelum menjelajah hutan di salah satu lokasi kerja WWF-Indonesia dalam virtual tour. Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Hari Anak Nasional ini diawali dengan perkenalan dari WWF-Indonesia dan diakhiri  dengan games dari RDP. 

Saat kelas berlangsung, Kak Annisa Aysahra volunteer Panda Mobile memberikan sedikit gambaran seperti apa keenam satwa payung, ancaman yang mereka hadapi, dan aktivitas yang dapat kita lakukan untuk menjaga habitat dan populasinya saat ini. Kegiatan diselingi dengan ice-breaking sehingga para peserta bisa tetap fokus dan semangat dalam menerima materi dari kakak-kakak Panda Mobile.  

Setelah menerima materi, peserta bersiap mengikuti perjalanan melalui virtual tour yang dipandu oleh Kak Sabrina Elsa volunteer Panda Mobile. Sesuai dengan tema acara “Jelajah Hutan Indonesia bersama WWF” para peserta bersiap dengan atribut yang dikenakan di rumah masing-masing. Mereka diajak menuju stasiun lapangan air di Rimbang Baling. Penamaan Rimbang Baling diambil dari perpaduan dua bukit, yaitu Bukit Rimbang dan Bukit Baling. Berada di Provinsi Riau dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Di sana hidup sekelompok Harimau Sumatera, selain harimau juga hidup kerabat kucing besar lainnya seperti macan dahan, kucing mas, kucing hutan, macan tutul, kucing batu, tapir, dan beruang madu. Peserta juga dapat melihat harimau melalui rekaman camera trap. Hal ini berhasil membuat adik-adik merasakan cara lain dalam menikmati keindahan alam dan memancing rasa penasaran yang ditunjukkan lewat komentar mereka di kolom chat aplikasi Zoom. 

“Kak, apakah harimau itu jahat?” tanya salah satu peserta.

“Harimau sebenarnya tidak jahat, tapi mereka akan memberikan perlawanan untuk melindungi dirinya ketika merasa terancam. Hal ini juga berguna untuk menjaga rantai makanan supaya dapat terjaga,” jawab Kak Resti.

Para peserta juga diberikan penjelasan mengenai kegiatan di rumah yang dapat dilakukan dalam menjaga hewan yang terancam punah. Salah satunya, dengan menghemat penggunaan kertas dan tisu karena hal ini sangat berdampak bagi habitat asli para hewan dan jumlah pohon di hutan. Manfaat menjaga hewan dan tumbuhan di Indonesia yang utama adalah demi keseimbangan ekosistem agar kehidupan di Bumi ini tetap berjalan dengan baik untuk generasi kini dan masa yang akan datang. Tak hanya hewan dan tumbuhan saja yang diuntungkan, tapi juga manusia karena merupakan bagian dari keanekaragaman hayati. Kegiatan Panda Mobile Virtual Class selama kurang lebih 90 menit ini berjalan lancar. Antusiasme peserta terlihat saat mendengarkan penjelasan mengenai keanekaragaman hayati dan jelajah hutan bersama tim Panda Mobile. 

“Semoga semakin sering Panda Mobile atau WWF-Indonesia membuat kegiatan seperti ini. Menurut saya karena kondisi yang seperti ini (pandemi) jadi banyakin lagi aja kegiatan virtual karena kan pastinya banyak hutan lain yang bisa kita eksplor lebih dalam lagi, mengenal satwa juga kan lebih detil lagi. Pasti anak-anak akan suka. Tetap semangat kakak-kakak WWF. Bikin lagi ya! Ntar kita ikut lagi,” pungkas Kak Mila ketika diwawancara via WhatsApp.


Cerita Terkini

Nelayan Gale-Gale Dukung Perikanan Berkelanjutan

Pulau Tujuh merupakan gugusan pulau-pulau yang terdapat di Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, P...

KUMBANG 2020: Keberagaman untuk Indonesia Berseri

Kegiatan KUMBANG (Kumpul Belajar Bareng) Nasional kembali diadakan pada tahun ini, berlokasi di The Cangkringan Re...

Makin Mudah Berdonasi Melalui Dompet Elektronik

Oleh: Natalia Trita Agnika Setelah sebelumnya WWF-Indonesia bekerja sama dengan GO-PAY dalam program donasi ...

Get the latest conservation news with email