Kembali

© WWF-Indonesia/Haries Sukandar

Mawar sang Dugong dengan panjang lebih dari 2,5 meter

Baca Juga




Kunjungan Kasih Sayang Teruntuk Mawar sang Duyung

Posted by Nur Arinta on 14 November 2019
Author by Haries Sukandar

“Seperti anak sendiri karena Mawar sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Alor. Karena ketika kehilangan, rindu itu terasa menyakitkan”

Alor, Minggu (10/11/19) merupakan kali pertama saya bersama 5 orang dalam rombongan menuju Pantai Wisata Mali. Pantai yang berada di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor saat ini menjadi gerbang wisata laut yang strategis dan sedang dalam tahap pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten bersama dinas Pariwisata Kabupaten Alor. Pantai ini kami tempuh sejauh 10 km dari Kota Kalabahi, hanya sekitar 5 menit dari Bandar Udara Mali. Tujuan kami mengunjungi Pantai Wisata Mali adalah untuk melihat “Mawar”, Dugong atau populer dengan Duyung/Putri Duyung yang berada di perairan Alor. Banyak sumber informasi dan berita menyatakan Dugong tersebut sangat ramah dan bersahabat dengan manusia. Perjalanan kami tempuh kurang lebih selama 20 menit menggunakan perahu motor ketinting atau biasa dikenal dengan perahu jukung.

Menurut beberapa sumber informasi media yang saya baca sebagai bekal dalam perjalanan. Bulan September dan Oktober merupakan waktu yang pas untuk mengunjungi Dugong di Perairan Mali dekat Pulau Sika. Namun di bulan November ini perubahan cuaca terjadi dan masih memungkinkan untuk mencapai tujuan melihat kharisma biota laut yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Dugong juga menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Satwa yang sering ditemui di habitat padang lamun, menjadi satu-satunya mamalia yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem padang lamun.

Sesampainya di lokasi, perlu waktu selama 30 menit untuk menunggu Mawar sang Dugong muncul, secara kajian ilmiah, dengan sifat sangat pemalu dari spesies tersebut tentunya menjadi mustahil bagi saya, namun hal itu tidak berlaku pada Mawar. Sang Duyung sudah beradaptasi dengan kondisi dan interaksi dengan manusia, bermanuver serta mulai iseng bersandar sandar dan bergelantung di kaki boat yang kami gunakan.

Pada waktu yang bersamaan terdapat 2 kapal kunjungan wisata Dugong. Mirisnya kapal dengan Jenis Motor Fiber boat yang masuk ke dalam kawasan dengan kecepatan tinggi dan dengan kondisi mesin yang masih menyala saat Mawar bermanuver ria di bawah boat tersebut. Tentunya sangat membahayakan bagi Mawar karena kami menemukan beberapa luka terdapat pada bagian ekor, punggung, pinggang (samping) serta sirip yang sangat mungkin diakibatkan oleh kecelakaan baling-baling kapal.  Luka ini bukan yang pertama, karena beberapa kali Mawar sang Duyung telah beberapa kali mengalami goresan ataupun upaya penombakan. Satu kapal lainya kami amati pula masih belum amanah melaksanakan Peraturan Bupati Kabupaten Alor No. 7/2018 tentang tata cara interaksi dengan Dugong.

Hikmah yang dipetik dari keberadaan Mawar secara ekonomi sepertinya sudah berdampak pada masyarakat lokal melalui daya tarik wisatanya. Mawar sudah berhasil menjadi primadona wisata perairan di Alor, namun secara ekologis amanah Peraturan Bupati harus tetap berjalan. Dua pertiga kawasan perairan Alor dengan luas 276,693.38 hektar telah termasuk ke dalam Kawasan Konservasi Perairan (Suaka Alam Perairan Selat Pantar dan Laut Sekitarnya).  Kawasan ini telah resmi ditetapkan pada tanggal 16 Juni 2015 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35/KEPMEN-KP/2015.

Merupakan tugas yang berat untuk mengawal luasnya kawasan konservasi perairan SAP Selat Pantar dan Laut Sekitarnya. Pentingnya tata kelola serta strategi pengawasan yang efektif melalui kolaborasi dilakukan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pihak universitas, pegiat wisata serta LSM. Komitmen Kabupaten Alor untuk meningkatkan pengawasan satu pintu melalui Pantai Wisata Mali secara infrastruktur perlu terus dikembangkan. Komitmen masyarakat kelurahan Kabola juga perlu terus dibuktikan, bukan hanya dari aspek pemanfaatan pariwisata dan pembagian peran di tingkat masyarakat, melainkan juga dalam memperbaiki sistem pengawasan, serta upaya peningkatan pengelolaan. Harapannya, visi pengelolaan Duyung dan habitat secara lestari yang efektif memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Alor dapat terwujud.


Cerita Terkini

Panda Mobile dan Volunteer HSBC Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Air Bersih

Panda Mobile dan Volunteer HSBC Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Air Bersih

Kinerja Keberlanjutan Perbankan Indonesia Meningkat namun Belum Merata

Kinerja Keberlanjutan Perbankan Indonesia Meningkat namun Belum Merata

Nelayan Gale-Gale Dukung Perikanan Berkelanjutan

Nelayan Gale-Gale Dukung Perikanan Berkelanjutan

Get the latest conservation news with email