Kembali

© WWF-Indonesia/Cristina Eghenter

Perempuan Riung, Flores



Masyarakat Adat, Sang "Guru" Pembimbing dalam Memulihkan Hubungan antara Alam dan Manusia

Posted on 09 August 2020
Author by Cristina Eghenter

Setiap tanggal 9 Agustus, kita merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Tahun ini, acara tersebut memiliki makna mendalam karena saat ini seluruh dunia sedang berjuang melawan pandemi dan krisis kesehatan yang luar biasa. Krisis ini diperparah dengan krisis perubahan iklim serta krisis hilangnya keanekaragaman hayati akibat ulah kita sendiri oleh karena cara produksi dan konsumsi kita yang tidak bijaksana dan tidak adil.

Kita perlu memperbaiki hubungan kita yang rusak dengan alam untuk menjamin masa depan yang sehat dan berkelanjutan bagi kita dan generasi berikutnya. Meskipun demikian, untuk membangun kembali hubungan sosial dan ekonomi kita, kita membutuhkan 'guru' yang dapat membimbing kita dalam memulihkan hubungan yang lebih baik dan mutualis  antara alam dan manusia. Masyarakat Adat dapat menjadi pembimbing pada saat yang kritis ini. 

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting dari penjaga alam terkait hubungan dengan alam, pengetahuan tradisional, dan solidaritas yang memungkinkan mereka membangun komunitas dan kehidupan yang tangguh di wilayah mereka. Kita dapat belajar dari warisan budaya dan praktik Masyarakat Adat di mana mata pencaharian dan pemeliharaan wilayah menjadi satu dan diperkuat dalam tradisi budaya dan spiritual. Masyarakat Adat, laki-laki dan perempuan telah membuktikan hubungan yang lebih seimbang dan lebih sehat dengan alam. Mereka telah menunjukkan bahwa cara hidup alternatif dan berkelanjutan adalah sebuah hal yang tidak mustahil.

Selama Covid 19, komunitas Masyarakat Adat di beberapa daerah terpencil telah menghidupkan kembali praktik dan budidaya tradisional untuk melindungi pasokan makanan, termasuk mencari makanan dan obat-obatan herbal di hutan sebagai suplemen gizi. Mereka mengandalkan kerjasama dan pola saling membantu yang kuat. Sistem pangan tradisional telah menunjukkan ketahanan karena berakar pada ekologi lokal adaptasi, dan mempertahankan  keanekaragaman.

Ketika kita belajar dari masyarakat adat  untuk membangun ketahanan dan memulihkan hubungan dengan  alam yang memungkinkan kita semua untuk hidup secara lestari,  kita perlu memastikan agar Masyarakat Adat dihormati dan diakui, serta dikuatkan  untuk terus mengelola wilyaha adatnya, tanah leluhur mereka.

Ini adalah pelajaran penting untuk kita renungkan pada Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, saat kita merayakan dan berterima kasih kepada Masyarakat Adat atas perwalian wilayah mereka dan apa yang memberi dan menopang siklus kehidupan di Bumi.

_______________________________________________________________________________________________________________________________

Indigenous Peoples, The "Teachers" Who Can Guide in Restoring Connections Between Nature and Humans

On August 9th, we celebrate the International Day of the World’s Indigenous Peoples. This year the event acquires a special meaning as the world is battling an unprecedented health crisis. This crisis and the converging crises of climate change and biodiversity loss are of our own making, the result of the unwise and unjust ways we consume and produce. 

We need to repair our broken relationship with nature in order to secure a healthy and sustainable future for us and the next generations. However, in order to build back our societies and economies, we need ‘teachers’ who can guide us in restoring healthier connections and mutuality between nature and humans. Indigenous Peoples can be our guides at this critical time. We can draw some key lessons from the custodians of nature whose relationship with nature, traditional knowledge, and social solidarity have enabled them to build resilient communities and lives in their territories. We can learn from the cultural heritage and practices of Indigenous Peoples where livelihoods and care of the territories are integrated and reinforced in cultural and spiritual traditions. Indigenous Peoples, men and women alike, have championed a more balanced and healthier relationship with nature. They have demonstrated that alternative and more sustainable ways of living are possible. 

During the Covid-19 times, Indigenous communities in several remote areas have revived traditional practices and cultivation to safeguard food supplies, including foraging for food and herbal medicines from the forest to supplement diets. They have relied on strong cooperation and mutual support mechanisms. The traditional food systems have shown resilience as they are rooted in the local ecologies, enhance diversity and adaptation. 

While learning from Indigenous Peoples can help build resilience and restore the natural systems that allow us all to thrive, we need to ensure Indigenous Peoples are respected and recognized, and empowered to continue to govern their ancestral lands.

This is an important lesson for us to reflect upon on this International Day of the World’s Indigenous Peoples, as we celebrate and thank Indigenous Peoples for their custodianship of their territories and what gives and sustains the cycle of life on earth.


Cerita Terkini

Meningkatkan Kepedulian Masyarakat terhadap Laut Sorong Selatan

“Kalau orang bisa menempel boleh, kalau tidak bisa menempel begitu sudah habis pakai kasih tinggal saja––Kal...

Pernyataan Resmi Perihal Perjanjian Kerja Sama WWF dan KLHK

Berpegang teguh pada komitmen untuk menjadi mitra pembangunan berkelanjutan, WWF-Indonesia terus berupaya untuk me...

Get the latest conservation news with email