Kembali

© EH Pontianak

Wayan, Volunteer Earth Hour Pontianak

Baca Juga




Menjadi Volunteer

Posted by Anastasia Joanita on 06 December 2019
Author by Ismu Widjaja

Nama saya I Wayan Bayu Anggara, biasa dipanggil Wayan. Saya tinggal di Kota Pontianak. Saat ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir di salah satu Universitas Negeri di Pontianak dan saya adalah volunteer Earth Hour Pontianak.

Volunteer atau Sukarelawan adalah sesuatu aktivitas. Bisa dikatakan bahwa volunteer adalah seseorang yang terlibat suatu aktivitas yang dapat memberikan manfaat kepada siapa saja baik sesama manusia maupun alam yang dilakukan dengan ikhlas rela berkorban tanpa imblan sedikitpun. Menjadi volunteer adalah sebuah pilihan. Pilhan bagi seseorang untuk mencoba sesuatu yang baru. Hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan nikmatnya menjadi volunteer.

Dengan menjadi volunteer membuat kita mempelajari banyak hal dari bebagai kegiatan yang diikuti. Beberapa diantaranya yaitu menambah pengalaman baru yang tak terlupakan dan melatih skill maupun komunikasi di depan publik. Selain itu menjadi volunteer tentu saja akan mendapatkan teman baru serta berkesepatan meningkatan jaringan dan kerja sama ke siapapun. Menjadi volunteer juga membuat kita akan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Kita tidak sibuk memikirkan diri kita sendiri karena disitu kita belajar agara tidak menjadi manusia yang egois yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Saya sudah bergabung menjadi volunteer Earth Hour Pontianak sejak tahun 2014. Sudah banyak sekali pemangalan dan cerita yang saya dpatkan semenjak bergabung menjadi volunteer Earth Hour. Bahkan, pada nopember 2018 sampai nopember 2019 saya dipercaya untuk menjadi pemimpin atau koordinator Earth Hour Pontianak.

Lantas, mengapa saya bergabung menjadi Volunteer Earth Hour dan bertahan hingga saat ini ? Earth Hour adalah gerakan yang bergerak dibidang lingkungan. Saya sangat tertarik sekali kegiatan-kegiatan yang bertema menjaga lingkungan. Earth Hour merupakan salah satu wadah yang tepat untuk menambah kecintaan kita terhadap lingkungan. Selain itu Earth Hour merupakan komunitas terbesar yang ada di Indonesia.

Menjadi volunteer Earth Hour Menambah wawasan atau ilmu saya. Tentu saja dengan menjadi Volunteer Earth Hour, banyak sekali ilmu-ilmu yang didapat, seperti perubahan iklim yang terjadi di Bumi, keadaan spesises-spesies yang akan punah dan sebagainya. Mengikuti kegiatan yang menambah pengalaman baru. Contohnya daapat berpartisipasi dalam konservasi manggrove dengan mengikuti penanaman mangrove di pesisir mempawah. Selain itu juga membantu menyukseskan acara festival pesisir paloh 2018 di ekor borneo paloh sambas.

Earth Hour tempat saya belajar mengembangkan kemampuan saya. Salah satunya adalah meningkatkan komunikasi di depan umum. Sebuah pengalaman luar biasa saya bisa berbicara didepan publik menyampaikan materi tentang apa yang terjadi di lingkungan kita. Disitu saya belajar memperbaiki cara berbicara saya dan cara menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang mengenai apa yang saya sampaikan.

Sebagai Volunteer Earth Hour, saya juga bertemu dengan orang-orang hebat. Seperti para pejuang konservasi yang begitu banyak pengalaman dan mau membagikan ilmunya kepada teman-teman volunteer, termasuk saya. Ini menjadi salah satu cara untuk menambah jaringan. Menjadi volunteer adalah waktu yang tepat untuk membangun jaringan. Disini kita akan tertemu kenalan baru yang tidak akan ditemui didalam dunia kampus. Salah satunya jaringan instansi pemerintahan, perhotelan maupun jaringan lembaga konservasi.

Hal yang lebih menarik lagi, menjadi Volunteer Earth Hour menyadarkan saya banyak hal yang bisa kita lihat diluar sana, misalnya permasalahan-permasalahan lingkungan yang ada di sekitar kita. Seperti sampah plastik yang ada di Kota Pontianak yang jumlahnya semakin bertambah dan bagaimana menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Menjadi volunteer memang tidaklah mudah, tapi jika kita mau belajar dan mencoba hal baru dan lakukan dengan ikhlas, semuanya akan mudah.


Cerita Terkini

Komitmen Bersama dalam Pengelolaan Konservasi Perairan Daerah

Pontianak (27/3) - Penandatanganan Deklarasi Kelautan Kalimantan Barat di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)...

Kopi dan Konservasi: Cerita dari Ulubelu

Dengan cepat kedua tangannya bergerak memetik biji-biji kopi yang memerah. Keranjang rotan atau dalam bahasa setem...

Potret Tahun Ketiga Implementasi RAN Hiu dan Pari di Indonesia

Implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) hiu dan pari sudah dilakukan sejak tahun 2010 dan diperbaharui setiap 5 t...

Get the latest conservation news with email