TESSO NILO JADI 100.000 HEKTARE
PEKANBARU (RP) - BABAK baru untuk penyaelamatan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) perluasan kawasan hutan tersebut menjadi 100.000 hektare.
Sebelumnya, kawasan TNTN melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 225/Menhut-II/2004 memiliki luas 38.576 hektare dan sejak tahun 2005 lalu TNTN diusulkan untuk diperluas menjadi 100.000 hektare, yang sekarang babak itu dimulai.
MoU itu dilakukan antara Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Ir Darori MM, Gubernur Riau yang diwakili Plt Sekdaprov Riau Ir H Herliyan Saleh MSc, Ketua DPRD Riau yang diwakili Ketua Komisi D Ir H Fendri Jaswir, Bupati Pelalawan H Rustam Effendi MA, Ketua DPRD Pelalawan HM Harris di Kantor Gubernur Riau, Kamis (28/8).
Juga disaksikan Ketua Forum Masyarakat Tesso Nilo, Direktur Eksekutif WWF Indonesia, Direktur Yayaasan TNTN, Koordinator Jikalahari dan Direktur Walhi Riau. Termasuk juga hadir perwakilan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar TNTN.
Dirjen PHKA Ir Darori MM mengatakan, dirinya sangat berbahagia dengan adanya MoU pencegahan dan penanggulangan perambahan hutan, kebakaran hutan lahan dan perluasan TNTN pada kawasan hutan Tesso Nilo. Karena ketika diberbagai daerah melakukan pembukaan areal hutan untuk dijadikan kawasan pemukiman dan sebagainya, di Riau malah sebaliknya di Riau upaya penyelamatan kawasan itu dilakukan.
‘’Kepedulian kita untuk penyelamatan kawasan hutan khususnya TNTN sangat diperlukan, apalagi di dalam kawasan itu terdapat habitat Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera yang patut dilindungi,’’ tuturnya.
Dikatakannya, pada areal TNTN terdapat dua kelompok besar populasi gajah yang semuanya diperkirakan berjumlah 70-90 ekor. Areal yang telah ditetapkan sebagai TNTN hanya mewakili pergerakan satu kelompok gajah. Sedangkan kelompok gajah yang lain pergerakannya berada di luar taman nasional. Perluasan kawasan TNTN akan membantu menyelamatkan populasi kelompok gajah tersebut.
Dalam pada itu Plt Sekdaprov Riau Ir Herliyan Saleh MSc menyatakan, melalui MoU ini ada solusi dalam rangka menyelamatkan keanekaragaman hayati di TNTN. Teso Nilo adalah salah satu blok dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera yang terletak di Riau. Berdasarkan penelitian Centre for Biodiversity Managemen (CBM) pada 2001 yang telah melakukan survei terhadap lebih dari 1.800 plot hutan tropis di seluruh dunia, diketahui TNTN mempunyai keragaman hayati tertinggi di dunia.(g/uli)