Sebagai salah satu aktor utama di hulu, pekebun swadaya kerap menghadapi tantangan dalam kesehariannya, terutama praktik pertanian keberlanjutan. Fenomena tersebut melatari WWF Indonesia melakukan pendampingan pekebun swadaya. 

 

Dengan perannya yang krusial dalam rantai pasok, penting bagi pekebun swadaya agar tahu, paham dan menerapkan best management practices (BMPs) untuk mengoptimalkan produktivitas hasil panen, meningkatkan efisiensi biaya dan penggunaan sumber daya, serta menjamin keberlanjutan lingkungan. Penerapan praktik tersebut juga diselaraskan dengan standar keberlanjutan dan skema sertifikasi, sebagai alat peningkatan kualitas manajemen, akses pasar, dan pendapatan yang berkelanjutan. 

 

Kombinasi pendekatan tersebut bertujuan agar pekebun swadaya menjadi aktor kunci yang mampu menjawab tantangan dalam transisi sistem produksi berkelanjutan.