Pelibatan sektor swasta merupakan elemen kunci dalam mentransformasi bentang alam yang didorong oleh komoditas, khususnya di negara seperti Indonesia, di mana korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi penggerak utama dalam menentukan arah produksi, pengolahan, dan arus perdagangan. WWF-Indonesia meyakini bahwa capaian konservasi jangka panjang tidak akan terwujud tanpa memengaruhi para pelaku pasar yang menentukan standar pengadaan bahan baku, keputusan investasi, serta produk yang berhadapan langsung dengan konsumen.
Melalui kerja sama langsung dengan perusahaan di tingkat hilir—seperti produsen, pengolah, peritel, dan eksportir—WWF-Indonesia mendorong pergeseran permintaan menuju komoditas yang bersumber secara berkelanjutan. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa minyak sawit, kayu, kopi, kakao, karet, dan komoditas berisiko terhadap hutan lainnya diproduksi tanpa menyebabkan deforestasi, konversi ekosistem, maupun eksploitasi.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi korporasi, perusahaan dapat memperkuat ketahanan terhadap risiko perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta dinamika regulasi pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, pelibatan WWF-Indonesia memiliki dua tujuan utama: mendorong pencapaian target konservasi dan iklim, sekaligus mendukung sektor swasta agar tetap kompetitif di tengah ekonomi global yang semakin menuntut praktik berkelanjutan.
a. Pelibatan dengan Perusahaan
Membangun kemitraan langsung dengan korporasi dan UKM untuk mengintegrasikan praktik pengadaan berkelanjutan, komitmen bebas deforestasi dan konversi, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis dan operasional rantai pasok.
b. Kegiatan Peningkatan Kesadaran tentang Komoditas Berkelanjutan bagi Perusahaan
Menyelenggarakan forum tematik dan sesi berbagi pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman perusahaan mengenai komoditas berkelanjutan, praktik pengadaan yang bertanggung jawab, tren regulasi, serta ekspektasi pasar.
c. Pertemuan Multi-Pemangku Kepentingan dengan Pemasok dan Perusahaan Hilir
Memfasilitasi dialog antara pemasok di tingkat hulu dan pelaku industri di tingkat hilir guna menyelaraskan standar keberlanjutan, memperkuat sistem ketertelusuran, serta mendorong aksi kolektif menuju rantai pasok yang bebas deforestasi dan konversi.
d. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Bermitra dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat kerangka tata kelola, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi praktik pengadaan komoditas berkelanjutan oleh dunia usaha dan pengembangan produk turunan komoditas yang berkelanjutan.