MUNGKINKAH MELAWAN KECENDERUNGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN MEMULAINYA DI BUMI KALIMANTAN?
Faktanya saat ini laju deforestasi hutan terjadi lebih dari 1juta hektar per tahun yang menjadikan Indonesia telah kehilangan lebih dari 40 juta hektar hutannya.*
Apa kata Pak Mubariq, Pak Hadi Alikodra, Pak Didik, Wakil Bupati Kutai Barat (Kaltim) dan Mas Nugie ketika ditanyakan oleh Radio Metro Kopma Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda Kaltim ketika diajukan pertanyaan di atas?
Pak Mubariq:
Sangat mungkin!
Kalau kita segera memulainya, termasuk dari Kalimantan Timur. Saya optimis karena sudah banyak komitmen dari pemerintah Kalimantan Timur, misalnya dari Kabupaten Kutai Barat untuk maju ke depan tidak saja dalam konteks Heart of Borneo tetapi juga pembangunan Kalimantan Timur secara keseluruhan; Kabupaten Malinau sebagai kabupaten konservasi; komitmen dan antusiasme Kabupaten Nunukan untuk mendukung program Heart of Borneo dan mengadopsi sistem pendidikan lingkungan; ini menunjukkan upaya-upaya nyata Kalimantan Timur ke arah pelestarian lingkungan.
Pak Hadi:
Sangat mungkin. Ini tergantung kesiapan kita. Dan kita siap. Harus!
Pak Didik Effendy, Wakil Bupati Kutai Barat (Kaltim):
Kalimantan adalah paru-paru dunia. Dengan Kutai Barat sebagai bagian dari Kalimantan, mudah-mudahan Kutai Barat dan Kalimantan beranjak ke depan dan dapat menjadi perintis dan panduan untuk masalah lingkungan di Indonesia dan juga secara global.
Nugie:
Optimis yakin! Karena Kalimantan Timur adalah gudangnya ilmu tentang alam di Indonesia. Sekaligus menjadi salah satu barometer tentang penyelamatan bumi di Indonesia. Karena banyak mata dan perhatian datang ke Kalimantan untuk belajar dan mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Indonesia dan seluruh planet bumi ini.
Mendahului acara WWF Greenscreen di Samarinda Kalimantan Timur tepat di Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2008 hari ini, semalam (04/06) dua radio talkshow menjadi teaser untuk warga Samarinda menjelang hari besar bagi para pecinta lingkungan ini. Diawali dengan Radio Kaltim Post di Jalan Mahakam, Samarinda dan kemudian dilanjutkan di Radio Metro Unmul. Talkshow ini merupakan bagian dari agenda WWF Greenscreen Samarinda yang berbagi banyak hal mengenai isu-isu lingkungan secara umum dan program-program WWF secara nasional dan di Kalimantan Timur.
WWF Greenscreen Samarinda merupakan rangkaian kegiatan Bumi-ku Satu II yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Bekasi, Medan, Lampung, Kendari dan Manado pada bulan Januari hingga Mei 2008.
WWF Greenscreen Samarinda tidak hanya sekedar memutarkan film Earth, yang membuka mata kita akan keindahan, keajaiban dan kekayaan bumi tempat kita tinggal ini. Pelaksanaannya di momen Hari Lingkungan Hidup menjadi kesempatan menyampaikan kembali sebuah pesan penting bahwa semakin hari semakin perlu menjaga lingkungan ini. Dan tidak mungkin melakukannya sendirian!
WWF Greenscreen menjadi agenda bersama dengan mitra lokal WWF di Kalimantan Timur di tanggal 4-5 Juni 2008, dan karenanya menjadi lebih kaya dengan berbagai agenda menarik. Mudah-mudahan menjadi sebuah langkah yang melahirkan langkah-langkah baru dan kekuatan baru menuju aksi nyata yang bersinergi untuk melindungi alam dan lingkungan di Bumi Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur.
Catatan 4 Juni 2008, Samarinda, Kalimantan Timur (ochie)
*Sunaryo, Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Dephut. Pertemuan FKKM, Juni 2008, Bogor.