TERCAPAINYA TARGET KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI GLOBAL HINDARKAN DARI BAHAYA KEMANUSIAAN
Convention on Biological Diversity
Gland, Switzerland (16/05) – Generasi mendatang akan menghadapi kelaparan, kesulitan air, bahaya penyakit, dan bencana apabila kita terus menghancurkan lingkungan, demikian organisasi konservasi WWF menegaskan hari ini.
Peringatan keras tersebut mengemuka bersamaan dengan peluncuran laporan “2010 and Beyond: Rising to the Biodiversity Challenge” yang memuat indeks Living Planet—ukuran yang telah diakui secara internasional untuk mengukur perkembangan proses menuju pencapaian target global untuk mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati sebelum 2010— yang justru mengungkapkan terus berlangsungnya berlanjutnya penurunan keanekaragaman hayati.
Makanan, air bersih, obat-obatan dan perlindungan dari bencana alam adalah faktor penting dalam mempertahankan keamanan dan kualitas hidup kita. Bila semuanya tetap dipertahankan, maka spesies, habitat alami dan ekosistem pendukungnya perlu dilindungi. Pada tahun 2002, pemerintah-pemerintah dunia menentukan target bersama untuk mengurangi tingkat kehilangan keanekaragaman hayati sebelum 2010, tetapi laporan WWF menunjukkan bahwa target tersebut tidak tercapai
“Keanekaragaman hayati mendukung kesehatan planet ini dan berdampak langsung pada kehidupan kita. Secara sederhana, berkurangnya keanekaragaman hayati berarti jutaan manusia menghadapi masa depan di mana persediaan makanan lebih rawan terhadap hama dan penyakit dan di mana persediaan air tidak teratur atau langka” ujar James Leape, General Director WWF International.
“Tak seorangpun dapat lolos dari dampak hilangnya keanekaragaman hayati karena berkurangnya keanekaragaman hayati global berarti pula lebih sedikitnya obat-obatan baru, meningkatnya kerawanan bencana dan lebih besarnya dampak pemanasan global.”
Dalam seruannya kepada para pemerintah selama Pertemuan ke-9 Konferensi Tingkat Tinggi Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD-COP 9) di Bonn, 19-30 Mei 2008, untuk menjadikan perlindungan dan penggunaan berkelanjutan keanekaragaman hayati sebagai prioritas kebijakan, WWF meminta para pemerintah untuk:
- Mengembangkan rencana implementasi bersama terkait kebijakan lingkungan, pertanian, pangan, air, keuangan, dan kesehatan untuk mengambil langkah segera untuk mengurangi tingkat hilangnya keanekaragaman hayati sebelum 2010.
- Menjaga komitmen mereka untuk menerapkan sistem kawasan lindung secara efektif, dengan partisipasi efektif masyarakat setempat dan masyarakat adat dan mempromosikan pembagian manfaat lingkungan.
- Mengadopsi target untuk mencapai tingkat deforestasi per tahun nol sebelum 2020 dan memulai kerjasama antara CBD dan UNFCCC untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan.
Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, Dr. Mubariq Ahmad, menambahkan, “Pemerintah dunia termasuk Indonesia, perlu lebih banyak lagi mencurahkan sumber daya teknis, manusia dan keuangan, mengembangkan insentif ekonomi dan langkah lain untuk melestarikan keanekaragaman hayati dengan pelibatan menteri terkait yang memiliki kepentingan dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati, antara lain di bidang pembangunan, keuangan, pertanian, dan perikanan, serta energi.”
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
- Elshinta Suyoso-Marsden, Head of Communications and Outreach WWF-Indonesia, HP 08161806321. e-mail: esmarsden@wwf.or.id
Catatan untuk Redaksi:
Laporan dalam format pdf tersedia di:
https://intranet.panda.org/data/downloads/61441/2010_and_beyond.pdf
Login intranet@wwfint.org, password: dropbox.
- WWF merupakan salah satu dari organisasi konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia, dengan hampir 5 juta supporter dan memiliki jejaring global yang aktif di lebih dari 100 negara dan di Indonesia bergiat di lebih dari 24 wilayah kerja lapangan dan di 16 propinsi. Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak ekologis aktivitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang WWF-Indonesia, silakan kunjungi website utama organisasi ini di http://www.panda.org/; situs lokal di http://www.wwf.id/ dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di http://www.supporterwwf.org/.
Tentang CBD dan laporan WWF Internasional:
- Pada tahun 2002, para pihak terkait pada Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD) menetapkan target jelas untuk mencapai pengurangan secara nyata tingkat kehilangan keanekaragaman hayati saat ini di tingkat global, regional dan nasional. Tetapi, laporan WWF tersebut menunjukkan bahwa target pada 2010 tersebut tidak tercapai dan para kementerian lingkungan hidup tidak dapat membalik kecenderungan ini tanpa dukungan terpadu di tingkat tertinggi.