PANDA MOBILE SAPA SEKOLAH RAKYAT: SAAT ANAK PAPUA BAWA PERUBAHAN DARI HALAMAN SEKOLAH
Pagi itu halaman Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 29, tampak lebih ramai dari biasanya. Sekolah Rakyat yang berlokasi di Balai Diklat Sosial Abepura, Kota Jayapura, Papua, kedatangan tamu spesial, yaitu Panda Mobile dari WWF -Indonesia program Papua. Mereka, para siswa-siswi, siap semangat dan ceria untuk bercerita mengenai lingkungan bersama Panda Mobile. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ajakan seru bagi para siswa untuk menyelami isu lingkungan hidup dengan cara yang menyenangkan. Melalui kunjungan dari Panda Mobile Papua, siswa-siswi Sekolah Rakyat tidak hanya mendengar tentang pentingnya menjaga bumi, tetapi juga mempraktikkannya melalui kebiasaan sederhana sehari-hari yang aplikatif.
Kehadiran Panda Mobile seolah menyulap area sekolah menjadi ruang eksplorasi tanpa sekat. Para siswa tak sekadar mendengarkan rentetan teori, tetapi jugadiajak memahami bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Sebelum menikmati berbagai fasilitas edukasi interaktif, mereka terlebih dahulu dibekali pemahaman dasar tentang WWF serta pentingnya upaya konservasi alam di Bumi Cenderawasih.. Di Panda Mobile materi edukasi yang disampaikan mencakup cara menjaga lingkungan, melindungi satwa liar, serta mengurangi sampah plastik baik di laut dan di darat. Agar lebih menarik, seluruh materi dikemas melalui diskusi dua arah dan pemutaran film pendek interaktif. Pendekatan visual dan partisipatif ini terbukti efektif membuat isu lingkungan yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Credit: Muhammad Thariq
Menariknya, aksi nyata tersebut sudah terlihat langsung di lapangan. Tanpa banyak teori, para siswa-siswi SRMA 29 menunjukkan kepedulian mereka dengan membawa botol minum (tumbler) sendiri dari rumah—sebuah praktik sederhana namun berdampak besar. Teriknya matahari Jayapura siang itu pun tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus belajar. Antusiasme ini tergambar jelas dari Agus, salah satu siswa yang berpartisipasi. “Dari materi tadi, sa dapat memahami bagaimana melestarikan alam dan budaya di kitorang pu tanah sendiri. Sa juga belajar cara menjaga lingkungan, serta bagaimana Upaya konservasi alam itu bekerja. Sa punya harapan besar , semoga kitong generasi ini bisa mendukung alam agar flora dan fauna tidak punah,” ujar Agus.
Kegiatan edukasi konservasi alam di Sekolah Rakyat 29 tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, WWF Papua berharap benih kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dan berakar kuat sejak dini, sehingga melahirkan generasi muda yang memahami pentingnya keberlanjutan alam.
Harapannya, para siswa Sekolah Rakyat 29 dapat menjadi bagian dari generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kini, tongkat estafet kepedulian tersebut tidak hanya berada di tangan adik-adik SRMA 29, tetapi juga di tangan kita semua. Semakin banyak yang sadar dan belajar sejak dini, semakin besar pula harapan bagi keberlangsungan bumi. Yuk, ikut ambil bagian!

Credit: Muhammad Thariq