KOLABORASI MENUJU MASA DEPAN BERKELANJUTAN DI ASIA-PACIFIC SUSTAINABLE BUSINESS SUMMIT 2026
Bertempat di Indonesia Convention Exhibition, pada 23 Juni 2026 lalu, WWF-Indonesia turut menghadiri acara Global Sustainable Development Congress: Asia-Pacific Sustainable Business Summit yang merupakan ajang pertemuan berbagai sektor, mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah, hingga perguruan tinggi, untuk berdiskusi dan memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai topik diskusi dan workshop, para peserta diajak untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong lahirnya solusi nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi manusia dan alam.
Dalam pertemuan ini, WWF-Indonesia berkesempatan sebagai narasumber dalam tiga sesi diskusi. Salah satunya adalah sesi bertajuk "Strategic Supplier Engagement for Shared Sustainability Impact", yang menghadirkan Ahmad Fahri Syafri, Strategic Engagement Specialist WWF-Indonesia, bersama dua pembicara lainnya. Pada sesi tersebut, Fahri menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan keberlanjutan, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, hingga peningkatan transparansi rantai pasok. Sebagai contoh, WWF-Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pelaku industri kelapa sawit dan mitra di Cina dalam mendorong rantai pasok komoditas yang bebas dari deforestasi dan konservasi lahan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor semakin penting dalam upaya mewujudkan rantai pasok yang berkelanjutan, mulai dari produsen, pasar, hingga konsumen.
Di sesi berikutnya dengan tema “Tropical Commodities and Responsible Supply Chains” yang dibawakan oleh lima narasumber, salah satunya yaitu Angga Prathama Putra yang merupakan Acting Director of Climate and Market Transformation. Dalam paparannya, Angga mengulas praktik rantai pasok berkelanjutan pada komoditas tropis seperti sawit, kakao, karet, pulp & paper, teh, dan serat alam melalui penguatan kepatuhan, pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, peningkatan ketertelusuran, kemitraan petani kecil, serta pendekatan regeneratif dan bentang alam untuk melindungi hutan dan ekosistem.
Dalam sesi “Scaling Nature Markets for Corporate Risk Management” yang dibawakan oleh Aditya Benyamin selaku Sustainable Conservation Financing Specialist dan didampingi oleh Renard Siew selaku moderator membahas terkait pemanfaatan pasar kredit karbon dan biodiversitas untuk mendukung manajemen risiko perusahaan, pelaporan ESG (GRI, TNFD, SBTN), serta investasi berbasis alam. Topik ini mencakup pengembangan kredit yang sesuai dengan risiko rantai pasok, valuasi manfaat lingkungan dan sosial, pemanfaatan komitmen SDGs untuk membangun kolaborasi, serta penguatan standar dan regulasi pasar biodiversitas.
Selain dari tiga sesi tersebut, Global Sustainable Development Congress turut menghadirkan beragam sesi diskusi dan forum kolaborasi yang berlangsung sejak 22-25 Juni 2026. Berbagai topik yang dibahas mencakup isu perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, transisi energi, ekonomi, hingga penguatan peran dunia pendidikan dan sektor swasta dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Melalui partisipasi dalam pertemuan ini, WWF-Indonesia turut mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai langkah penting untuk menghadirkan solusi yang berdampak nyata bagi keseimbangan manusia dan alam. Forum seperti ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, memperkuat kemitraan serta mencapai tujuan bersama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.