MEWUJUDKAN ZERO WASTE CAMPUS BERSAMA UNIVERSITAS SANATA DHARMA
23 Mei 2026, WWF-Indonesia diberi kesempatan berkolaborasi dengan Universitas Sanata Dharma dalam acara Formasi Cerdas Humanis II dengan tema besar “Merawat Bumi sebagai Rumah Besar.” Pada kesempatan ini, WWF-Indonesia menyampaikan peran pengelolaan keanekaragaman hayati melalui program pengelolaan sampah serta gambaran kondisi persampahan di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar.
Setiap tahunnya, jutaan ton sampah dihasilkan dan sebagian besar tidak dikelola dengan baik. Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan Global Plastics Outlook: Economic Drivers, Environmental Impacts and Policy Options (2022), produksi plastik global pada tahun 2019 sekitar 460 juta ton. Jumlah tersebut merupakan hasil peningkatan 2x lipat dari 234 juta ton dari tahun 2000. Sebanyak 353 juta ton sampah plastik meningkat 2x lipat dari 156 juta ton pada periode yang sama. Sampah bukan hanya terkait dengan kebersihan, melainkan juga dampaknya terhadap keberlangsungan keanekaragaman hayati kita. Sampah plastik yang masuk ke lautan tentunya mencemari ekosistem laut dan pesisir, merusak rantai makanan, dan juga mengancam spesies yang sudah rentan.
Kehadiran WWF-Indonesia pada kegiatan ini merupakan bagian dari program Zero Waste Campus, sebuah program yang mendorong kolaborasi dan pendampingan kepada 6 universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kampus-kampus yang dipercaya memiliki peran besar terhadap perubahan di masa depan.
Dalam menangani sampah plastik, WWF-Indonesia bergerak dalam 3 tingkatan. Dalam tingkat global, WWF-Indonesia mendampingi pemerintah dalam isu Global Plastic Treaty dan Extended Producer Responsibility (EPR) untuk mendorong tanggung jawab produsen terhadap dampak dari produk yang mereka hasilkan. Pada tingkat nasional, WWF mendorong pemerintah untuk menguatkan regulasi berbasis ekonomi sirkular dan mendukung penyusunan roadmap dalam pengelolaan sampah. Sementara di tingkat lokal, WWF ikut aktif dalam pemberdayaan bank sampah, pendampingan masyarakat, hingga program Zero Waste School sebanyak 107 sekolah, 6 perguruan tinggi, 434 aktivis muda, 64.610 siswa.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan generasi muda dapat semakin sadar akan peran mereka dalam pengelolaan limbah plastik, serta menyadari bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama dan konsisten dapat membuat perubahan yang nyata terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati kita.