KETIKA BUKU MENJADI BENIH PERUBAHAN: KOLABORASI WWF INDONESIA DAN UNIVERSITAS OKMIN PAPUA MENUMBUHKAN LITERASI KONSERVASI DARI PEGUNUNGAN BINTANG
"Peradaban yang kuat tidak hanya dibangun dengan jalan dan jembatan, tetapi juga dengan pengetahuan yang membuka jalan bagi masa depan."
Kalimat penuh penegasan itu disampaikan langsung oleh Bupati Pegunungan Bintang, Spei Bidana, ST., M.Sc. Sebuah pernyataan yang menjadi roh dari sebuah langkah nyata di jantung Papua. Di tengah bentang alam Pegunungan Bintang yang megah—wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati sekaligus warisan budaya—WWF-Indonesia Program Papua bersama Universitas Okmin Papua resmi memperkuat komitmen mereka dalam membangun budaya literasi.
Di balik kemegahan alamnya, wilayah Pegunungan Bintang menyimpan tantangan geografis dan logistik yang tidak mudah ditaklukkan. Topografi yang terjal, dikelilingi jajaran pegunungan tinggi dan lembah curam, membuat daerah ini cukup terisolasi. Minimnya infrastruktur jalan darat membuat masyarakat sangat bergantung pada transportasi udara, yang kelancarannya sangat ditentukan oleh cuaca pegunungan yang tidak menentu. Dalam kondisi medan yang menantang dan biaya logistik yang sangat tinggi ini, akses terhadap literatur fisik menjadi barang mewah yang sulit dijangkau. Keterbatasan akses inilah yang membuat kehadiran buku-buku referensi fisik menjadi sebuah kebutuhan yang krusial untuk mendobrak keterisolasian informasi di wilayah tersebut.

Langkah ini ditandai dengan penyerahan 139 buku referensi ilmiah dan praktis yang mencakup berbagai tema krusial. Mulai dari konservasi, hak masyarakat adat, keanekaragaman hayati, perubahan iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang selaras dengan visi lestari WWF-Indonesia.
Momen berharga ini disaksikan langsung oleh Bupati Spei Bidana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, serta segenap sivitas akademika Universitas Okmin Papua, termasuk Rektor dan Wakil Rektor II. Bantuan buku tersebut diterima secara simbolis oleh Rektor Universitas Okmin Papua sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas akademik serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah pedalaman.
Ratusan buku tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Wika A. Rumbiak selaku Head of Forest and Wildlife WWF-Indonesia Program Papua. Baginya, aksi ini bukan sekadar seremonial. Penyerahan ini menjadi simbol kuat bahwa investasi terbaik dalam dunia konservasi tidak hanya dilakukan melalui perlindungan bentang alam di lapangan, tetapi juga lewat penguatan kapasitas dan ruang berpikir generasi muda.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Wakil Rektor II Universitas Okmin Papua, Hendrikus Hada, S.S., M.Sos., menyampaikan apresiasi mendalam. "Terima kasih kami sampaikan kepada WWF-Indonesia Program Papua yang berkomitmen mendukung proses pencerdasan anak-anak Pegunungan Bintang di wilayah kebudayaan Okmemin melalui donasi buku sejumlah 139 buah yang diberikan kepada Universitas Okmin Papua," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa donasi ini memiliki makna historis dan strategis yang sangat besar. "Pemberian ini sangat berarti karena ini Universitas pertama yang digagas oleh Putra Papua di Papua Pegunungan yang juga perbatasan negara dengan kondisi yang sangat minim infrastruktur dan keterbatasan akses informasi serta transportasi. Buku ini sebagai jendela pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dan para pengajar untuk memperkaya pengetahuan dalam berbagai bidang yang didalami," tambahnya.
Lebih lanjut, Hendrikus menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan program ini ke depan. "Kemudian, harapan kami, dukungan ini bukan yang terakhir tapi menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi bersama WWF-Indonesia dan Universitas Okmin Papua. Selain itu, dukungan dalam memperkuat tri darma perguruan tinggi juga sangat diharapkan untuk kerjasama ke depannya."
Lebih dari sekadar pengisi rak perpustakaan, kehadiran koleksi buku ini diharapkan mampu memantik minat baca, memperluas cakrawala berpikir, dan memperkokoh budaya akademik di kampus. Buku-buku ini akan menjadi referensi utama bagi mahasiswa, dosen, peneliti, hingga masyarakat luas untuk mendalami isu-isu kritis seputar pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan.

Langkah kolaboratif ini sekaligus memperkuat jejaring dengan Holey Narey Learning Centre, pusat pembelajaran milik WWF-Indonesia yang selama ini menjadi hub pengembangan literasi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kapasitas di Tanah Papua. Kini, lewat kemitraan dengan Universitas Okmin Papua, denyut nadi pembelajaran tersebut resmi meluas hingga ke wilayah Pegunungan Bintang.
Melalui sinergi ini, WWF-Indonesia dan Universitas Okmin Papua menegaskan sebuah pesan penting: bahwa konservasi tidak hanya dimulai dari rimba hutan, melainkan dari ruang-ruang kelas. Setiap lembar buku yang dibaca adalah benih pengetahuan. Dan dari pengetahuan yang dipupuk itulah, kelak akan lahir penelitian, inovasi, serta kepemimpinan baru yang siap menjaga dan merawat kelestarian Tanah Papua bagi generasi yang akan datang.